Agrowisata di Rahtawu

Haaai sobat Bumi Kopii. Sedang mager? Samaan, sebenarnya. Tapi aku tu ga mau menghabiskan waktu dengan gegoleran. Wajib gerak. Minimal duduk manis sambil menulis. Kali ini tentang agrowisata di Rahtawu ya.

Duduk manis sambil menikmati kopi manis itu kesukaanku. Sambil mengenang saat jalan-jalan ke Rahtawu, salah satu desa wisata di Kudus. Tempatnya indah dan alami. Sebelum masuk ke desa, ada gerbang yang kamu wajid berhenti sejenak.

Bukan untuk foto tapi untuk menikmati musikalisasi dari tenggoret hutan yang memesona. Suara indah itu sekarang jadi keseharianku sejak tinggal di dukuh yang agak terpenci. Tapi bukan desa Rahtawu ya.

Geografis Rahtawu

Kawasan Desa Rahtawu diarahkan untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata/wisata pertanian. Kondisi alam sangat cocok untuk dijadikan sebagai kawasan agrowisata. Cocok juga sebagai pendongkrak perekonomian desa. Bonusnya, tentu penggembangan masyarakat dalam berbagai lini termasuk teknologi pertanian dan teknologi lainnya.

Harapannya mayarakat desa bisa menghasilkan pertanian yang bagus. Hal ini bisa menarik wisatawan asing datang ke daerah tersebut untuk menikmati hasil pertanian desa itu sendiri.

Pariwisata dan budaya

Sektor pariwisata mempertemukan dua atau lebih budaya yang berbeda. Jadinya, wisatawan akan memperoleh pengalaman dari budaya dan pengetahuan lokal.

Bagaimana dengan penduduk lokal? Mereka dapat memainkan proses edukasi perihal lingkungan sosial pada wisatawan sembari dan mendapatkan penghasilan. Transfer pengetahuan yang berlangsung dengan hati bahagia akan lebih membekas. Ini sebuah sinergi yang bagus.

Potensi wisata Desa Rahtawu

Kawasan Desa Rahtawu memiliki beberapa potensi yang dapat dikembangkan menjadi wisata. Contohnya kawasan wisata alam dengan air terjun dan pemandangannya, wisata pertanian dengan perkebunan kopinya, wisata kuliner dengan getuk kecrotnya, dan wisata religi dengan petilasan atau makam orang-orang terkemuka di daerah tersebut. Termasuk lengkap.

Adanya beberapa wisata yang menunjang di kawasan Desa Rahtawu tersebut sehingga membuat persepsi masyarakat mengenai perkembangan wisata kedepannya beragam. Namun dalam pengembangan wisatanya tetap terfokus dengan pengembangan agrowisata.
Agrowisata adalah suatu kegiatan yang secara sadar ingin menempatkan sektor primer (pertanian) di kawasan sektor tersier (pariwisata), agar perkembangan sektor primer dapat lebih dipercepat, dan petani memperoleh peningkatan pendapatan dari pariwisata yang memanfaatkan kegiatan sektor pertanian tersebut.

Agrowisata kopi di Desa Rahtawu

Rahtawu adalah daerah berbukit. Sangat cocok untuk kegiatan pertanian berupa penanaman tanaman buah, tanaman palawija dan tanaman perkebunan seperti kopi. Tanaman buah yang sering di tanam oleh masyarakat di sana yaitu buah pepaya, sementara untuk tanaman yang banyak ditanam untuk jenis palawija adalah tanaman singkong dan jagung.

Kopi juga dikembangkan di Rahtawu, karena dapat tumbuh subur di dataran tinggi. Banyaknya minat masyarakat terhadap budidaya tanaman kopi juga membuka peluang untuk terbetuknya agrowisata di desa ini.

Wisatawan yang berkunjung akan mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana proses budidaya itu. Proses lengkap mulai dari persiapan media tanam, seleksi bibit, penanaman, perawatan, hingga ke proses pemanenan.

Uniknya adalah, wisatawan juga akan praktek secara langsung khususnya dalam proses pemanenan buah kopi. Kopi yang dipanen nantinya dapat diolah menjadi kopi bubuk dan bisa dikemas sebagai buah tangan/oleh-oleh khas Desa Rahtawu.

Potensi lainnya adalah kendahan pemandangan dan menikamti suasana yang sejuk di kawasan ini. Hamparan persawahan, sungai yang membelah perbukitan dan bukit-bukit yang mengelilingi Desa Rahtawu bagai benteng alam yang membuat suasana kawasan semakin nyaman untuk dikunjungi.

Wisatawan juga bisa belajar tentang sejarah Desa Rahtawu sebagai pengetahuan dan wewarah (pengingat) bagi wisatawan agar tidak melakukan hal-hal negatif. Masyarakat percaya bahwa ada hal-hal mistis di desa mereka. Namun intinya adalah agar siapapun yang ada di Desa Rahtawu bisa menjaga kebersihan, kelestarian dan menghormati kebudayaannya.

Penutup

Keberhasilan pengembangan kegiatan agrowisata di kawasan Desa Rahtawu dapat memberikan manfaat yang positif bagi daerah tersebut. Dampak positif tersebut antara lain terciptanya lapangan pekerjaan baru, kesempatan usaha baru bagi penduduk, dan kesempatan untuk berkembang bersama.

Pengembagan agrowisata akan memunculkan pembangunan sarana dan prasarana menuju tempat wisata seperti pembangunan jalan, parkir, penginapan, warung dan lain-lain yang dapat memberikan kesempatan tenaga kerja yang cukup banyak.

Tinggalkan komentar