Jenis-Jenis Kopi di Bumi Muria

Kemarin saya sudah menulis sejarah singkat kopi dan jenis yang ditanam. Sekarang kita bahas lebih banyak tentang jenis kopi, ya. Artikel ini hanya membahas seputar Muria saja.

jenis kopi di bumi muria

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis spesies utama yaitu kopi Arabica (Coffea Arabica) dan Robusta (Coffea Robusta). Dua jenis kopi ini saja yang dibudidayakan di sini. Setidaknya itulah yang diketahui oleh mimin Bumi Kopi.

Masih ada satu jenis lagi, yaitu liberika. Kopi liberika kurang populer di masyarakat. Dahulu dikembangkan di kawasan Muria (dan Indonesia pada umumnya) sebagai solusi wabah kopi, namun ternyata masih termasuk yang rentan. Meskipun ada kabar kalau aslinya bukan rentan namun terjadi revolusi kopi, yaitu para pegawai menebang semua kopi sebagai protes pada pemerintah kolonial. Kabar ini masih perlu dicari buktinya.

Penyuka kopi akan tahu bahwa wasing-masing memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri. Bahkan suatu derah menghasilkan cita rasa sendiri meskipun masih dalam satu jenis.

Baca: Sejarah kopi

Biji kopi arabika

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi di kafe tertentu menyajikan kopi jenis ini. Lebih classy.

Kopi arabika dapat tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Arabika dapat tumbuh pada ketinggian 600-2000 m di atas permukaan laut. Tingginya bisa mencapai 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 selsius. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

jenis kopi di semenanjung muria

Baca: Suatu sore di Kompleks Fort Japara XVI di Gunung Loji Jepara

Biji kopi Robusta

Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak.

Kopi robusta lebih tahan hama, tahan cuaca dan punya toleransi tinggi pada ketinggian tanah. Makanya cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika. Jenis kopi arabika harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu.

Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit.

Kelebihan ini menjadikan kopi robusta lebih murah, namun jumlah produksi menjadi lebih banyak. Bisa dikatakan melimpah. Kopi ini sangat banyak ditanam di seputaran Muria. Dan tiap wilayah memiliki citarasa tertentu yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.

Kesimpulan

Mengetahui jenis kopi di Jawa terutama di kawasan Muria bisa membuat sobat Bumi Kopi lebih mengenal area yang unik ini. Sebuah wilayah di Jawa yang mayoritas perbatasannya berupa pesisir, karena letaknya di semenanjung paling utara Jawa. Jalan Pantura melewati tiga dari empat kota, Demak, Kudus, Pati. Jepara yang paling ujung tidak seberuntung mereka.

Tinggalkan komentar