Obyek Wisata Sejarah Menarik di Kota Surabaya

Berlibur sudah menjadi kebutuhan semua orang. Bahkan pandemi tak menghalangi keinginan berwisata. Setiap Minggu, tempat wisata selalu ramai warga. Nah, jika kamu sudah terbiasa berkeliling di kota tinggal, cobalah sesekali mengunjungi kota lainnya. Pasti seru. Kita akan mengunjungi obyek wisata sejarah di Surabaya. Yuk!

wisata-sejarah-surabaya

Jika wisata heritage menjadi kesukaanmu, aku sarankan menuju ke kota Surabaya. Suka yang have fun saja? Surabaya juga sangat cocok. Kota ini punya daftar lengkap destinasi wisata mulai dari gratis sampai berbayar. Kali ini aku akan ajak sobat Bumi Kopi untuk lebih fokus ke 6 obyek wisata sejarah yang menarik di kota Surabaya.

Oh ya, kamu harus tahu bahwa julukan Kota Pahlawan disandang oleh Surabaya sebagai appresiasi banyaknya pahlawan di sana. Juga, karena banyak bertebaran tempat-tempat bersejarah mulai dari tahun 1400-an sampai sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Obyek wisata sejarah di kota ini masih terjaga kelestariannya. Dan cukup mudah kita temukan. Jika kamu hendak berkeliling kota Surabaya, maka sempatkan mengunjungi beberapa tempat menarik berikut ini:

House of Sampoerna

Tidak jauh berbeda dengan bangunan bersejarah lainnya, kesan tempo dulu bisa ditemukan di House of Sampoerna. Bahkan sangat kental dan apik.

Bangunan House of Sampoerna berupa gedung bergaya kolonial. Dulu, bangunan ini pernah difungsikan sebagai panti asuhan saat masa kolonial Belanda. Entah bagaimana kemudian dialihkan menjadi pabrik rokok. Sampai saat saat ini pabrik rokok tersebut masih beroperasi.

Baca juga: Suatu sore di Kompleks Fort Japara XVI di Gunung Loji Jepara

Jembatan Merah

Jembatan Merah? Yuhui, jembatan ini perlu dikunjungi juga. Pernah menjadi salah satu saksi pergerakan perjuangan bangsa, lho. Ingat saat terjadi pertempuran di tanggal 10 Nopember? Di tahun awal kemerdekaan kita. Inilah tempatnya.

wisata-sejarah-surabaya

Dahulu, sekitar jembatan ini menjadi kawasan hunian sekaligus pusat perdagangan bagi orang-orang Eropa. Di bagian sisi lainnya dihuni oleh orang dari keturunan Arab, Melayu dan juga Cina. Merupakan bekas kawasan elit pada zamannya. Dan kamu perlu tahu kalau dahulunya daerah sini termasuk wilayah pesisir.

Tak heran kan jika kemudian tempat ini dijadikan tempat penyergapan dan pertempuran yang sangat fenomenal di Surabaya?

Klenteng Hong Tiek Hian

Klenteng Hong Tiek Hian adalah klenteng tertua di Surabaya. Klenteng ini masih kokoh berdiri ini masih terawat. Sangat menarik untuk kamu singgahi, meskipun beda agama.

Menurut sejarahnya, klenteng ini dibangun pada masa Khu Bilai Khan. Saat itu masih satu zaman dengan Kerajaan Majapahit. Tua sekali, ya. Tentu saja ada banyak perubahan dan renovasi serta penambahan di mana-mana namun tak melepas statusnya sebagai klenteng sangat tua yang luar biasanya masih berfungsi sampai sekarang.

wisata-sejarah-surabaya

Lokasi klenteng ini cukup mudah dicapai, yakni di Jalan Dukuh, kawasan Pecinan, Surabaya Utara. Kemegahan dan keindahannya akan membuat siapa pun menjadi sangat kagum.

Baca juga: Lawang Sewu di Malam Hari

Masjid Muhammad Cheng Ho

Masjid Muhammad Cheng Ho, demikian nama yang disematkan sebagai appresiasi peran besar Laksamana dari Tiongkok ini. Lokasinya berada di dalam satu kawasan dengan Klenteng Hong Tiek Hian.

Mimin Bumi Kopi belum sempat meneliti sejarah lengkapnya masjid Cheng Ho ini, dan mencari bukti benarkah Cheng Ho yang membuatnya. Kita lupakan itu sejenak ya, karena akan jadi bahasan khusus nantinya.

Masjid Muhammad Cheng Ho menjadi tempat peribadatan umat muslim ini juga memiliki desain dan keindahan yang memikat hati. Desain eksteriornya juga memiliki kekhasan tersendiri. Sangat cocok untuk menjadi obyek wisata.

Yang unik adalah, dinding masjid dibuat seminimal mungkin, bahkan banyak ruang terbuka tanpa dinding, ditambah lagi dengan dominan warna merah dipadu hijau menyegarkan mata. Jadi segar karena banyak ruang terbuka.

Masjid Muhammad Cheng Ho termasuk luas. Ada tiga area utama. Seperti cri khas masjid kuno, ada sebuah kolam – sekarang jadi kolam ikan dengan hiasan berupa kapal.

Bangunan masjid ini juga cukup mencolok dibanding dengan bangunan lain di kawasan yang sama. Perjalanan sejarah dibangunnya masjid ini tidak lepas dari peran beberapa tokoh penting, salah satunya adalah Laksamana Cheng Ho. Laksamana Cina, Cheng Ho berperan aktif menyebarkan agama Islam. Sebagai penghormatan, namanya disematkan menjadi nama masjid ini.

Museum WR Soepratman

Siapa yang tak kenal tokoh nasional sekaligus pencipta lagu kebangsaan Indonesia, WR Soepratman? Semua pasti kenal. Beliau memiliki biola legendaries yang selalu digunakan untuk mengiringi lagu-lagu ciptaannya.

Museum ini layak jadi obyek wisata sejarah selanjutnya. Banyak benda milik beliau di sini. Ada skrip asli berisi lirik lagu yang ditulis sendiri oleh WR Soepratman bisa kamu temui di sini. Mau lihat biola asli yang selalu menjadi teman setia saat menciptakan lagu-lagu nasional lainnya? Bisa banget! Banyak benda istimewa yang juga bisa dilihat di museum ini.

Museum ini nampak sederhana, namun penuh makna sejarah dan perjuangan seorang anak bangsa. Sebuah patung WR Soepratman berukuran manusia normal dengan biolanya juga terpampang jelas di bagian depan museum. Adapun lokasi museum ini berada di Jalan Mangga Tambaksari, Surabaya.

Museum Kapal Selam

Jika berada di sekitar Plasa Surabaya, jangan lupa ke Monkasel atau Monumen Kapal Selam Surabaya. Letaknya pusat kota, tepatnya di pinggir Kaliasin, Genteng Surabaya.

Kapal selam ini dahulu merupakan salah satu kapal selam yang dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Kapal Selam KRI Pasopati 410 namanya.

Kita bisa masuk ke dalam kapal selam sendiri atau ditemani guide. Puas keliling dalam kapal, di belakang ada gedung videorama dan menonton dokumentasi kapal selam.

Kalau ke Surabaya saya suka ke sini karena murah meriah dan bisa berjalan kaki dari hotel tempatku menginap. Ada bangku untuk sekadar istirahat atau melamun. Pengunjung jarang rame karena tampaknya wisata sejarah bukan hal yang disukai.

Berwisata di obyek sejarah? Yes!

Sesekali bolehlah berwisata sejarah. Malahan harus sering-sering. Aku paling senang jika ada kesempatan mengenal sejarah suatu kota lalu ke sana.

Menelusuri sejarah adakalanya membuat merinding karena semua hal nyaman yang kita dapatkan dibangun di atas keringat dan darah orang-orang terdahulu. Sedikit sekali dari mereka yang kita kenal, namun kita bisa mendoakan agar apapun pengorbanan mereka akan mendapatkan balasan terbaik dari Gusti Allah.

Perasaan yang paling sering muncul adalah kekaguman dan rasa penasaran yang amat sangat. Perasaan ini juga memunculkan rasa syukur bahwa kita bisa menikmati hidup yang lebih baik dan harus tetap merawatnya agar tetap baik.

Tinggalkan komentar