Perjamuan Kerajaan Episode 1: Prinsip Memasak

Menonton kembali drama Thiongkok berjudul Perjamuan Kerajaan episode pertama, membuat saya ingin menulis review lengkapnya. Ada beberapa fakta menarik yang bisa ditulis dan dikenal dari tradisi Dataran Tengah yang sudah sangat tua itu.

Di awal episode pertama sudah dijelaskan tentang waktu peristiwa terjadi. Drama ini memang berlatar sejarah. Tiap tokoh kaisar dan istri serta anak dibuat berdasarkan catatan sejarahnya. Catatan tersebut tentu saja singkat sekali dan butuh imajinasi tinggi untuk memaparkan karakternya. Bumi Kopi akan mengulasnya selengkap mungkin, termasuk serba-serbi di episode pertaama ini.

Perjamuan Kerajaan

Setting tempat drama Perjamuan Kerajaan

Drama dibuka dengan keterangan “tahun 20 Era Yongle”. Itu artinya tahun 1422. Kaisar Yongle naik tahta pada tahun 1402 Nama aslinya adalah Pangeran Zhu Di dengan jabatan sebagai Raja Yan.

Gelar Raja Yan artinya menjadi raja feodal di suatu daerah. Pada masa itu setiap anak raja akan menduduki suatu tempat sebagai raja kecil. Aku tidak hapal urutan nama raja tapi memang ada.. Misalnya Raja Yan kalau tidak salah untuk anak kedua raja yang tidak menjadi putra mahkota. Raja Han adalah anak ketiga. Mungkin perlu riset lagi.

Tambahan informasi, drama Perjamuan Kerajaan atau Royal Feast berlatar sejarah Dinasti Ming era kaisar ketida, keempat dan kelima.

Seleksi jabatan Pengelola Rasa Biro Makanan

Drama ini dibuka dengan percakapan tentang seleksi jabatan Pengelola Rasa di Biro Makanan. Biro ini bertugas memasak untuk istana utama tempat tinggal kaisar dan anak cucunya. Kenapa ini perlu disebut? Karena dalam istana ada setidaknya 3000 penghuni yang mayoritas adalah para pelayan istana. Mereka dimasakkan oleh Biro lain. Hal ini jarang diungkap di drama bertema masakan kerajaan.

Untuk bagian memasak ada Biru Pengawas Makanan, Biro Pengurus Makanan dan Biro Makanan. Dua jabatan sebelumnya berada di atas Biro Makanan dan semuanya laki-laki.

Jabatan Pengelola Rasa adalah bagian inti dari Biro ini karena mereka berkuasa untuk mengatur menu. Bukan jabatan tertinggi, hanya jabatan setara dengan koki utama. Kalau mudahnya sih manajer saja.

Prinsip Memasak

Apa sih prinsip memasak menurut istana? Tentu bukan prinsip yang biasa. Bukan tentang membuat masakan mewah dengan bahan terbaik. Lebih dari itu yaitu pemakannya menikmati dan mendapatkan manfaat dari makanan tersebut. Tebakanku seperti itu jika menonton Perjamuan Kerajaan episode 1. Nanti akan diulas lagi di lain waktu.

Kelihatannya sederhana tapi sebagian besar koki di istana belum memahami prinsip ini. Bisa dikatakan siapa yang tahu akan cepat naik pangkat. Mereka dengan cepat menaiki jabatan tinggi.

3 kandidat jabatan Pengelola Rasa bernama Yao Zi Jin, Yin Zi Ping dan Su Yue Hua bertanding menjadi yang terbaik. Dia yang terpilih akan naik jabatan menjadi Pengelola Rasa, artinya akan berhak menemani dan berguru dengan koki utama. Namun ketiganya sama-sama hebat. Para juri gagal memilih pemenang.

Pengurus Rasa bernama Wang (ini jabatan menengah, di atas Pengelola Rasa) akhirnya memberi kuis tentang apa itu prinsip memasak.

Su Yue Hua menjawab pertama. Ia menjawab makanan adalah seni tertinggi. Prinsip langit. Dia ingin membuat makanan terbaik yang belum pernah ada. Ia dimarahi oleh Pengurus Wang karena dianggap angkuh dan merendahkan makanan. Jumlah menu yang tercatat di istana ada lebih dari jumlah satu manusia sanggup mencicipinya seumur hidup. Bagaimana ia bisa membuat menu terbaik?

Yin Zi Ping dari budak miskin, menyatakan bahan sederhana bisa menjadi sangat nikmat jika bisa diolah dengan baik. Ia akan membuat istana bisa menghemat dengan cara itu. Jawaban ini juga dianggap sangat keliru.

Peserta ketiga Yao Zi Jin menggunakan alasan masuk istana karena tidak mau dinikahkan oleh keluarganya. Jawaban ini dianggap ngawur di istana.

Mereka dikeluarkan dari istana. Untung saja ada peristiwa khusus yang membutuhkan tenaga lebih dari jumlah yang ada sehingga mereka tetap boleh di istana.

Festival Chongyang

Ada satu lagi penanda waktu di drama Perjamuan Kerajaan yaitu persiapan Festival Chongyang. Festival ini dilakukan pada tanggal 9 bulan 9 dalam penanggalan Imlek (kalender Tionghoa). Jadi kita bisa menebak hari itu adalah tanggal 5-7 bulan 9. Karena disebut juga kaisar sedang tidak ada, begitu juga dengan cucu pangeran. Padahal istri putra mahkota pasti tahu bahwa keduanya sedang dalam perjalanan pulang.

Festival Chongyang disebut juga dengan Festival Sembilan Kembar. Dirayakan di beberapa negara dengan nama berbeda:

  1. Festival Chung Yeung di Hong Kong,
  2. Festival Chōyō atau Festival Krisantemum di Jepang ,
  3. Festival Tết Trùng Cửu di Vietnam.

Festival ini merupakan hari raya tradisional Tionghoa pada zaman kuno. Kemungkinan sejak sebelum periode Han Timur (sebelum 25 M). Baru pada 1966, Taiwan mendedikasikan kembali hari raya tersebut sebagai “Hari Warga Lansia”. Perayaan ini menekankan suatu kebiasaan sebagaimana yang dijalankan di Tiongkok, di mana festival ini juga merupakan kesempatan untuk merawat dan menghormati orang tua.[3]

Dalam literatur kuno, Festival Chongyang merupakan perayaan rakyat dengan cara bersama-sama mendaki gunung. Kebiasaan ini masih dilakukan sebagian orang.

Bagian-bagian pengurus Istana Harem

Istana harem sejak dahulu kala sudah punya banyak sekali jumlah orang. Ribuan. Ada satu masa jumlahnya 3000 orang Bisa dibayangkan jika kaisar punya 1 istri utama, 3 selir utama, 9 selir menengah, 72 selir rendah dan beberapa ratus nona (wanita persembahan dari berbagai wilayah taklukan), maka butuh berapa pelayan?

Pada masa Kerajaan Ming, di episode pertama disebutkan jika ada 6 biro dan 1 divisi, yaitu:

  1. Biro Istana
  2. Biro Tata Negara
  3. Biro Pakaian
  4. Biro Makanan,
  5. Biro Kamar,
  6. Biro Perlengkapan
  7. Divisi Hukum Istana

Semua biro dipimpin oleh Pejabat Wanita Kelas V.

Biro Makanan dipimpin oleh Menteri Meng, membawahi divisi:

  1. Divisi Makanan
  2. Divisi Arak
  3. Divisi Obat
  4. Divisi Bahan

Divisi Makanan ada 4 koki, yaitu Koki Hu, Koki Wang, Koki Jiang dan Koki Xu. Ada 4 Pengurus Rasa dan Pengelola Rasa. Di bawahnya ada pembantu dan pelayan.

Bisa dibayangkan betapa banyaknya jumlah orang di istana?

Sinopsis Perjamuan Kerajaan episode 1

Drama dibuka dengan penggambaran betapa baik hatinya Putra Mahkota Zhu Gaochi, calon kaisar ke-4 Ming. Juga tentang disiplinnya sang istri Nyonya Zhang Shi. Ia tanpa segan menghukum pelayan yang terlalu berambisi. Tampak bagaimana putra mahkota tidak puas dengan ‘kegalakan’ istrinya.

Di bagian lain dari istana, tepatnya di Divisi Makanan sedang ada seleksi Pengelola Rasa. 3 kandidat jabatan Pengelola Rasa bernama Yao Zi Jin, Yin Zi Ping dan Su Yue Hua berhasil membuat para juri kesulitan memilih dan nyaris diusir gara-gara salah memahami prinsip memasak. Akhirnya mereka diizinkan tetap di istana karena ada perayaan Festival Chongyang yang disiapkan secara sederhana ternyata malah jadi perayaan akbar. Para raja feodal datang ditambah para menteri. Masih ditambah harus menjamu 3 pasukan dari luar ibu kota. Itu bisa diartikan lebih dari ribuan prajurit perang yang kelaparan.

Mereka harus menbantu Pengurus Biro Masak menyiapkan sajian untuk pasukan.

Permasalahannya kemudian adalah sang kaisar sama sekali tidak berselera makan. Menurut aturan jika kaisar tak mau makan mereka bisa dihukum berat. Lebih-lebih,, jamuan gagal karena tak ada yang berani memakan hidangan tersebut. Mereka juga harus bersaing dengan Biro Pengurus Masak yang dipegang para pelayan laki-laki.

Beragam makanan diolah dan disajikann. Kaisar tetap tidaak bersedia. Makanan sehebat apapun tak bisa menggugah selera kaisar. Yao Zi Jin punya ide membuat makanan herbal.

Di luar istana, semua wanita dari Biro Makanan bahu membahu membuat menu untuk jamuan. Namun tetap tidak bisa secepat yang diharapkan. Prajurit sudah mulai rusuh. Su Yue Hua punya ide membuat nasi bungkus ala Dinasti Ming.

Nasi bungkus ala Dinasti Ming menggunakan bahan daging berlemak yang dicincang halus, ditambah cincangan jahe dan bawang putih. Campur dengan nasi lalu dibungkus dengan sayuran. Lumayan untuk pengganjal perut pertama sebelum makanan utama matang.

Misi berhasil, mereka tidak jadi dihukum penggal.

Yao Zi Jin di istana memberi saran menu yang ringan dan cair. yaitu Sup Kental Hati Ayam, Tahu Sari Daging Ayam, dan menu daging rempah (belum adaa namanya). Bahan rempahnya dari cengkeh, kulit kayu manis, pala dll. Puncaknya adalah masakan berbahan unggas yang disusun seakan induk burung yang menjaga anaknya.

Dua menu yang aku sebut itu belum diberi nama. Mungkin kreasi dari idenya Yao Zi Jin. Menu terakhid disajikan sendiri oleh istri sah putra mahkota. Sebagai pengingat bagi kaisar bahwa suaminya adalah anak satu-satunya dari permaisuri kesayangannya. Yang paling disayang dan dikhawatirkan.

Penutup

Sudah lengkap sekali ya. Bagaimana? Suka dengan sinopsis, review dan serba-serbi dari drama Perjamuan Kerajaan Episode 1? Balik lagi untuk episode selanjutnya ya.

Tinggalkan komentar