Proses Pengolahan Kopi, Kamu Perlu Tahu

Halo sobat pecinta kopi…. Dari Bumi Kopi Muria, aku menyapamu dengan ceria. Kali ini izinkan aku bercerita tentang proses pengolahan kopi. Kupikir kamu perlu tahu untuk pengetahuan tentang kopi karena kamu mencintainya.

pengolahan kopi

Akan menyenangkan rasanya jika bisa mengetahui pengetahuan sederhana perkopian. Kamu harus tahu bahwa kopi akan menjalani serangkaian proses pengolahan yang panjang dari biji kopi sampai menjadi minuman. Atau makanan berbahan kopi, misalnya soft cookies kopi, puding kopi susu, mocca sponge cake atau malah bolu kopi? Auto lapar jadinya.

Berbagai metode pengolahan biji kopi telah dicoba untuk menghasilkan minuman kopi terbaik. Dalam hal ini, proses penanaman juga turut berperan dalam menciptakan cita rasa kopi yang baik.

1. Pemanenan dan pemisahan cangkang

Tanaman kopi selalu berdaun hijau sepanjang tahun dan berbunga putih. Bunga ini kemudian akan menghasilkan buah yang mirip dengan ceri terbungkus dengan cangkang yang keras. Hasil dari pembuahan di bunga inilah yang disebut dengan biji kopi. Pemanenan biji kopi biasanya dilakukan secara manual. Pada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah dipanen ini akan dipisahkan cangkang atau kulitnya.

Ada dua metode yang umum dipakai, yaitu dengan pengeringan dan penggilingan dengan mesin. Pada kondisi daerah yang kering biasanya digunakan metode pengeringan langsung di bawah sinar matahari. Setelah kering maka cangkang biji kopi akan lebih mudah untuk dilepaskan.

Di Indonesia, biji kopi dikeringkan hingga kadar air tersisa hanya 30-35%. Metode lainnya adalah dengan menggunakan mesin. Sebelum digiling, biji kopi biasanya dicuci terlebih dahulu. Saat digiling dalam mesin, biji kopi juga mengalami fermentasi singkat.

Kamu perlu tahu bahwa metode penggilingan ini cenderung memberikan hasil yang lebih baik dari pada metode pengeringan langsung.

2 Pemanggangan

Setelah dipisahkan dari cangkangnya, biji kopi telah siap untuk masuk ke dalam proses pemanggangan. Proses ini secara langsung dapat meningkatkan cita rasa dan warna dari biji kopi.

Secara fisik, perubahan biji kopi terlihat dari pengeringan biji dan penurunan bobot secara keseluruhan. Pori-pori di sekeliling permukaan biji pun akan terlihat lebih jelas. Warna cokelat dari biji kopi juga akan terlihat memekat.

3 Penggilingan

Pada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah kering digiling untuk memperbesar luas permukaan biji kopi. Dengan bertambah luasnya permukaan maka ekstraksi akan menjadi lebih efisien dan cepat. Penggilingan yang baik akan menghasilkan rasa, aroma, dan penampilan yang baik.

Hasil penggilingan ini harus segera dimasukkan dalam wadah kedap udara agar tidak terjadi perubahan cita rasa kopi. Ini poin yang sangat penting.

4 Seni perebusan

Perebusan merupakan langkah akhir dari pengolahan biji kopi hingga siap dikonsumsi. Untuk menciptakan minuman kopi yang bercita rasa tinggi, perebusan biji kopi harus dilakukan dengan baik dan sempurna.

Sama-sama merebus tapi hasil beda. Memang ada banyak variabel dalam perebusan biji kopi, antara lain komposisi biji kopi dan air, ukuran partikel, suhu air yang dipakai, metode, dan waktu perebusan. Kesalahan kecil dalam perebusan kopi dapat menyebabkan penurunan cita rasa.

5. Dekafeinasi

Dekafeinasi atau penghilangan zat kafein termasuk ke dalam metode tambahan dari keseluruhan proses pengolahan kopi. Dekafeinasi banyak digunakan untuk mengurangi kadar kafein di dalam kopi agar rasanya tidak terlalu pahit.

Siapa yang pengen suka kopi tapi ga mau pahitnya, hayo…. Dekafeinasi solusinya. Dekafeinasi juga digunakan untuk menekan efek samping dari aktifitas kafein di dalam tubuh. Kopi dekafeinasi sering dikonsumsi oleh pecandu kopi agar tidak terjadi akumulasi kafein yang berlebihan di dalam tubuh.
Proses dekafeinasi dapat dilakukan dengan melarutkan kafein dalam senyawa metilen klorida dan etil asetat.

Tinggalkan komentar