Suatu sore di Kompleks Fort Japara XVI di Gunung Loji Jepara

Suatu sore, di kompleks Fort Japara XVI di Gunung Loji Jepara. Kayaknya asyik kalau wisata tipis di pusat kota Jepara. Di sebelah alun-alun ada sebuah bukit kecil. Ada bekas benteng pertahanan di sana. Masyarakat menyebutnya Loji Gunung.

fort japara

Kalau pulang kerja dan bingung mau ke mana, bisa banget ke sini tuk menikmati senja. Garis pantai yang menjadi ciri khas pesisir sangat indah.

Bisa coba ke sana. Sudah ada bangunan baru yang fungsinya mirip gardu pandang. Bangunan ini membuat warga Jepara bisa menyaksikan lanskap Jepara dari atas. Bangunannya lumayan luas dan bisa menampung beberapa puluh pengunjung yang ingin mengabadikan senja atau saujana Jepara. Sobat Bumi Kopi pasti suka.

Fort Japara

Benteng ini memang pernah dijadikan tempat pertahanan VOC atau kompeni pada abad XVI. Sebagai lokasi sejarah, area ini dijadikan tempat konservasi.

Sebuah gerbang dibangun kembali dalam bentuk yang sama, sesuai sket. Juga bangunan-bangunan bergaya belanda lain di 3 arah mata angin, tempat para serdadu VOC melakukan pengawasan terhadap area jajahannya.

Baca juga: Obyek wisata sejarah

Gerbang fort japara

Seperti inilah pemandangan di kompleks Fort Japara XVI. Ternyata kompleks ini tetap ramai di sore hari. Ada yang sekadar duduk, bercengkrama, melihat lanskap Jepara, dan ada beberapa rombongan yang berziarah kubur.Di mana lokasi gunung Loji Jepara?

Loji gunung

Mungkin tak banyak yang tahu nama ini. Loji, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti gedung besar, kantor atau benteng kompeni pada masa penjajahan Belanda. Nah, dekat alun-alun Jepara, ada sebuah bukit kecil dengan ketinggian 85 dpl yang oleh penduduk disebut gunung Loji.

Cukup rendah ya. Memang begitulah kira-kira bentuk loji. Ketinggian di tiap kota pastinya beda. Seperti iinlah sketsanya pada abad ke-18. Diambil dari Rijksmuseum. Sketsa ini diperkirakan dibuat antara tahun 1762 – 1782.

Sketsa fort japara

Pernah aku membayangkan mengapa banyak pusat kota di area pesisir yang berada di dekat sebuah bukit rendah. Meskipun tidak semua, setidaknya ada beberapa kota yang begitu. Dn bisa ditebak, di bukit tersebut ada benteng pertahanan.

Di sekitar benteng, terdapat taman makam Giri Dharma, kompleks pemakaman Islam, Kristen, dan China. Juga terdapat taman aneka buah. Di bawah benteng, terdapat sebuah gua yang oleh warga disebut Gua Jepang. Kalau mau eksplor, lumayanlah.

Penutup

Saran kecil saja, jika mau berwisata ke sini sebaiknya ajak teman yang tahu sejarah. Atau yang bisa merekomendasikan siapa yang tahu. Bisa hubungi mimin Lensa Pesisir juga kalau mau. Dia banyak tahu. Suka bahas sejarah juga.

Kalau tanpa penutur sejarah, tempat ini hanya jadi sebuah tempat bisu yang tak banyak bercerita. Apalagi renovasinya memang tidak banyak menilik sejarah. Tak ada kajian sejarah serius tentang situs yang jadi cagar budaya kabupaten ini.

Tinggalkan komentar