Who Rules The World Episode 1 – Review dan Sinopsisnya

Ada drama dari Negeri Tirai Bambu yang sangat ditunggu. Tak main-main, rating-nya 9,8. Penggemar Yang Yang dan Zhao Lusi benar-benar royal memberikan skor.

Beneran ratingnya 9,8? Iya, itu versi sebuah aplikasi VoD. Versi Google user sebanyak 96%. Versi IMDB 8,7/10 dan versi MyDramalist 8,8/10. Selisih 1 tapi benar-benar bukan hal mudah mendapatkan seluruh skor di atas. Sejauh ini drama Korea secara global (dunia) masih lebih disukai daripadaa drama Tiongkok.

Untuk sobat Bumi Kopi, aku akan membuat artikel tentang drama ini per episode. Semoga membantu. Btw, banyak spolier Who Rules The World, sebanyak informasi tentang budaya Tiongkok/Cina pada masa lampau juga. Btw, judul bahasa Indonesianya adalah Siapa Penguasa Dunia.

Sinopsis Who Rules The World

Jing yan, putra mahkota Negara Dong masuk ke ruang kaisar Negara Dong dengan terburu-buru. Pasalnya, Pelat Xuanji yang dipercayakan padanya telah hilang. Ayahnya, Kaisar Chunxi mencelanya karena terlihat panik. “Kaisar masa depan seharusnya tidak takut apapun.”
Kaisar dan penasihat miisterius sepakat untuk melanjutkan rencana, mengirim titah untuk 6 perfektur yang menjadi vassal. Semuanya harus berupaya keras mendapatkan Pelat Xuanji kembali.
Apa sih pelat Xuanji itu? Mengapa bisa membuat putra mahkota sedemikian panik? Nanti di review lengkapnya saja ya.

Jauh dari Negara Dong, ada sebuah rumah bernama Pavilliun Air Yinquan milik Hei Fengxi. Julukan lainya adalah Rubah Hitam. Seekor burung terbang ke sana. Namanya Cangyi. Ia menyampaikan berita pada Zhong Li, pengawal Hei Fengxi.

Ada kabar yang luas menyebar bahwa Jenderal Liefeng bernama Yan Yingzhou dari Jizhou mendapatkan Pelat Xuanji. Kabar ini membuat semua orang yang ada di negara itu mencari dan berusaha merebut darinya.

Enam perfektur mengirim para ahli ke Gunung Xuan di Beizhou untuk mencegatnya. Lima berusaha menyerang, satu berusaha menyelamatkan. Itu belum termasuk orang-orang dunia persilatan yang bermimpi menjadi pemersatu dunia Dataran Tengah.

Bagaimana nasib Yan Yingzhou? Dia cukup beruntung karena pendekar Bai Fengxi menyelamatkannya. Namun dengan segala upaya pun, akhirnya jenderal muda yang tampan ini bertemu dengan malaikat maut pada serangan selanjutnya. Ironisnya, demi menyelamatkan Bai Fengxi yang terkena racun saat menangkap Pelat Xuanji yang terlepas dari wadahnya. Perempuan ini tak tahu kalau ada racun yang sangat mematikan di lapisan luar pelat yang ternyata palsu itu. Akhirnya Hei Fengxi turun tangan untuk menyelamatkan Bai Fengxi.

Review Who Rules The World

Yang Yang pemeran He Fengxi termasuk darling-nya banyak penggemar drama Tiongkok. Setiap kali dia main, rating-nya selalu mendekati sempurna. Zhao Lusi juga demikian. Makanya jangan heran ketika keduany disatukan, hasilnya boom! seperti bom yang meledak dengan dahsyat.

Yang Yang memerankan karakter Hei Fengxi, pemilik Pavilliun Air Yinquan. Identitasnya misterius. Gayanya seperti tuan muda yang sangat terhormat. Wajahnya dingin tapi mengesankan semua orang. Menjadi pemuda tertampan di dunianya saat itu, dan menjadi Pemuda Nomor Dua di seantero negeri.

Siapa Hei Fengxi dan Pavilliun Air Yinquan? Nantinya akan terbuka di lain episode. Karena diperankan oleh Yang Yang, tentu saja merupakan kubu yang baik. Namun aneh juga, jika ia bisa menebak semua kejadian pada saat itu dengan sangat tepat, mengapa dia tidak menyelamatkan jenderal muda dari Perfektur Jizhou itu?

Ada apa di balik ketidakberpihakannya? Ia dengan jelas selalu mengambil langkah untuk membantu Bei Fengxi yang sedang menolong Yang Yingzhou itu. Ia lebih memilih memakamkannya dengan baik di puncak Gunung Xuan, seakan kematiannya merupakan sesuatu yang terhormat. Seperti mengorbankan bidak catur yang sangat penting. Yan Yingzhou memang satu dari empat jenderal terbaik dari Jizhou, dan sudah selayaknya dimakamkan dengan baik. Tapi tak cukup baik untuk menyelamatkan nyawanya?

Mengapa? Hei Fengxi selalu jadi sosok misterius. Pemuda terbaik kedua di seluruh negeri tapi tak banyak yang tahu tentang dia. Satu yang pasti, dia sering mengikuti perjalanan pendekar Bai. Selalu menyelamatkan tiap ia dalam bahaya. Bahkan membantunya mendapatkan obat di rumah keluarga Han yang punya reputasi sebagai keluarga terbaik di bidang obat-obatan, saat ingin menyelamatkan Yan Yingzhou.

Jika Hei Fengxi aneh, Bai Fengxi tak kalah anehnya. Dia sangat bisa membaca gerakan Hei Fengxi, seakan dua pendekar yang punya nama sama ini memang sehati. Yang satu pendekar perempuan berbaju putih, yang satu pendekar laki-laki berpakaian hitam.

Dari salah satu percakapan Hei Fengxi dengan Zhong Li, bisa dikatakan nasib buruk Yan Yingzhou menjadi pelajaran bagi mereka yang tahu situasi. Siapapun yang mendapatkan pelat akan dihancurkan oleh perfektur lain yang tidak mendapatkannya. Bisa dikatakan menang sekaligus hancur di awal.

Catatan penting, mengapa Jizhou yang notabene adalah kerajaan vassal (di sini disebut prefektur) bisa punya peta Negara Dong? Mau tahu apa itu prefektur?

Prefektur ialah suatu wilayah atau negara bagian yang memiliki kekuasaan yang mandiri. Prefektur mirip seperti negara bagian atau provinsi yang dipimpin oleh pemimpin tunggal. Memang sedikit beda dengan istilan negara vassal yang punya arti negara taklukan. Namun intinya nyaris sama. Di sini, Negara Dong punya 6 perfektur, yang pemimpinnya disebut raja. Mereka adalah Qingzhou, Beizhou, Shangzhou, Jizhou, Yongzhou, dan Youzhou.

Dari scene pembuka, rupanya pada masa itu kekuatan kekaisaran melemah. Pelat Xuanji bisa disebut sebagai pemersatu semua perfektur dan keluarga kerajaan. Hilangnya token bisa mengakibatkan kekuasaan kaisar makin lemah, ada raja vassal yang mungkin memberontak, dan lain sebagainya. Satu-satunya yang bisa menahan mereka agar tidak memberontak adaah Pela Xuanji. Kaisar pendiri membuat Pelat Xuanji demi mengatur dunia. Pemilik pelat adalah penguasa resmi dunia, sehingga dengan sendirinya menjadi pemilik dunia. Asalkan bisa menguasai Pelat Xuanji maka dunia akan menjadi miliknya sendiri.

Tinggalkan komentar