Who Rules The World Episode 39

Dua episode terakhir Who Rules The World. Rasa-rasanya ingin segera selesai saja. Itu juga pastinya yang dirasakan para penonton sehingga sampai ke Bumi Kopi, blog yang dibuat oleh pecinta kopi yang suka begadang.

Kemarin di Who Rules The World 39 sudah menahan baper melihat pernikahan Hai-Bai Fengxi, alias Raja Yongzhou dengan Ratu Qingzhou. Terlalu sebentar, ya, scene pernikahannya. Tak ada adegan persiapan ini itu.

Bagaimana dengan Who Rules The World Episode 39? Sudah siap nonton? Oh ya, link nontonnya sudah tahu, kan? di wetv.vip. Atau langsung ke aplikasinya saja.

Sinopsis Who Rules The World Episode 39

Gerbang Chengze, jadi saksi kehebatan Pasukan Dewa buatan Yu Wuyuan.

Sesuai prediksi, Yu Wuyuan sudah punya persiapan, yaitu Pasukan Dewa. Mereka menggunakan senjata dengan teknik dari Keluarga Tie yang terkenal, Formasi Gasing Besi dari keluarga Xuanyuan, dan obat kekebalan tubuh dari keluarga Han. Jumlahnya ada 100.000 orang. Jenderal Dong menjadi pemimpin mereka tanpa tahu bahayanya.

Kaisar Jingyan memberi titah, mempersilakan para pemuda bertalenta itu ke istana. Siapa yang sampai pertama akan jadi penguasa dunia. Namun ini juga jebakan kejam, karena dalam perebutan “kue” itu, Dadong akan mendapatkan keuntungan. Mereka yang berebut akan kehabisan tenaga.

Tentu saja ini adalah siasat dari Pemuda Suci kita itu. Bukan akal-akalan Kaisar Jingyan.

Kaisar Jingyan lebih suka menggambar. Dia terobsesi dengan kaligrafi, ingin meniru kaligrafi Pangeran Xieyue. Sama sekali tidak perduli pada tugasnya.

Bahaya mengancam!

Ratu Xiyun dan Raja Feng Lanxi berbagi tugas untuk mengalahkan semua prefektur yang tersisa. Mereka mewaspadai Yu Wuyuan yang masih bersembunyi, tanpa tahu bahwa Wu Yuan dibalik “bagi-bagi kue palsu” yang sedang mereka ambil.

Ratu Xiyun Bai Fengxi menuju kota Yuan untuk menghambat Jizhou. Dia menang dengan cepat, namun sebenarnya itulah rencana Yu Wuyuan.

Ternyata di sana dia disambut oleh Jenderal Dong Shufang dan Pasukan Dewa. Ratu Xiyun dalam bahaya besar, karena dirinya hanya dijadikan umpan untuk menghabisi suaminya.

Raja Yongzhou Feng Lanxi mulai berperang dengan Huang Chao. Perang ini bisa dikatakan sebagai perang yang indah karena mereka mirip bermain catur. Strategi dan formasi berubah menyesuaikan dengan serangan lawan. Perang seri, tak ada yang kalah atau menang. Semua mengakui kecerdasan kedua raja. Kalau di dunia nyata, perang ini akan jadi catatan sejarah yang selalu dikenang. Hehehe.

Di Kota Yuan, berbeda lagi. Kekuatan tak seimbang. 30 ribu pasukan Fengyun hanya tersisa 5 ribu pasukan, padahal melawan 20 ribu saja. Pasukan lawan masih jauh lebih banyak.

Han Pu sudah jadi jenderal hebat dan sakti. Ia mengenali obat yang dipakai oleh Pasukan Dewa. Pasukan ini selain punya formasi gasing besi yang mematikan juga sangat cepat sembuh dari lukanya sehingga bisa segera bangkit meski sudah mengalami luka mematikan. Ia membuat racun yang mampu membuat penangkalnya, menaikkan kesempatan untuk menang yang sangat tipis.

Mendengar kondisi Xiyun, Lanxi segera menyusul untuk membantu. Ia mengirimkan Zhongli untuk mengingatkan Huang Chao tentang bahayanya pasukan milik istana Dadong (Negara Dong). Pasukan Yongzhou akan mundur dari jalan yang dilalui oleh pasukan Jizhou untuk ke istana. Separuh dari mereka akan berjalan di belakang mereka dan selalu siap membantu jika mereka butuh. Separuhnya lagi membantu Ratu Xiyun yang terkepung di Kota Yuan.

Pasukan Huang Chao sebesar 300 ribu menuju ke istana. Ini tidak sesuai dengan rencana Yu Wuyuan. Tak ada jalan lain, selain mengungkap motif pribadinya pada Kaisar Jingyan. Ia juga mengakui sebagai pembunuh Kaisar Chunxi. Hal ini semakin menghancurkan mental Kaisar Jingyan yang lemah….

Review Who Rules The World 39

Kurang satu episode lagi. Besok sudah tamat. Tapi rasanya masih banyak yang belum terjawab. Atau ketidakrelaan karena akan segera berpisah? Boleh jadi.

Menyedihkan sekali ketika melihat banjir darah di peperangan. Heu.

Ketika pembuka episode ini menampilkan kematian Han Pu dan ledakan tangis Xiyun. Tapi memang butuh triger atau motivasi yang amat sangat kuat bagi seorang pahlawan untuk nekat. Kenekatan yang akan kita lihat di episode ke-40 nanti. Penyebab Lanxi akan berambut putih.

Sekarang kita tahu bahwa Yu Wuyuan memang mengincar tahta. Pendahulunya memang berhak atas “bagi-bagi kue” pada masa Kaisar Weili. Kaisar pendiri Negara Dong. Orang suci Yu memang ikut berjuang mendirikan Da Dong ini. Bukannya mendapat bagian, malah mendapatkan kutukan semua keturunannya tidak akan berumur panjang. Yu Wuyuan sudah punya Pelat Xuanji untuk menghilangkan kutukan keluarga Yu.

Perang, perang, perang, itu tema untuk episode ini. Aksi perang dua raja muda kita itu menarik. Mereka berperang dengan adu strategi. Penonton bisa membayangkan mereka berperang ala bermain catur. Hong Chao aktif menyerang dan Lanxi dengan jeli menghadapinya.

Saat perang ini aku terus membayangkan kasihan juga prajuritnya, berlari ke sana ke mari sesuai dengan aba-aba. Formasi terus saja berubah. Ah, ini mungkin karena akunya yang ga paham dengan formasi perang. Yang jelas sih, nonton yang ini terasa menyenangkan.

Tinggalkan komentar